First Phase
Benar kata orang, kamu bisa berencana untuk menikah dengan siapa, tapi kamu tidak bisa merencanakan cintamu untuk siapa. Awal perkenalan, tidak pernah terpikir dalam benak kami bahwa hubungan ini akan berstatus suami dan istri. Kami adalah teman kecil yang bertemu pertama kalinya saat kami masih duduk di bangku kelas 3 SD dan keluarga kami memiliki hubungan yang sangat baik. Kata mereka, takdir memang menjadi alasan dari semua pertemuan dan tidak ada sebuah kebetulan pada setiap takdir yang terjadi di Dunia. Segala kisah dan cerita sudah tersusun dengan sangat rapih.
Second Phase
Seperti pohon kering ditengah sahara, dahan-dahan kami bertemu saling merangkai meneduhkan dan menembus sekat hingga dekat. Jatuh hati kali ini membuat kami merasa utuh dan saling bertumbuh. Ragu pernah jadi bayang, tapi keteduhan dan sandaran adalah penolong dalam genggaman.
Third Phase
Guratan takdir dan kehendak Yang Maha Kuasa menuntun kami pada sebuah pertemuan yang tak pernah disangka hingga akhirnya 23 Februari 2025 membawa kami pada sebuah ikatan perjalanan kehidupan yang bukan hanya bersinggungan namun akhirnya beriringan untuk melangkah menuju cerita yang di Ridhoi-nya.
Final Phase
Percayalah, bukan karna pertemuan menjadikan kami berjodoh tapi karna berjodoh lah maka kami dipertemukan. Setelah saling mengenal dan memantapkan hati. kami memutuskan untuk mengikrarkan janji suci pernikahan pada 09 Agustus 2025 yang menjadi sebuah awal dari perjalanan kisah cinta sepanjang hayat dari Dua Insan Manusia. "Kini kami adalah tuan dan puan dengan sisi ego dan kosong yang bertapak di atas permulaan. menuju tujuan bersama, kami berlayar"
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:
Ucapan Selamat & Do'a