














Kami pernah berjalan di lorong sekolah yang sama saat SMP—namun saat itu, kami hanyalah dua nama tanpa cerita. Tak saling mengenal, tak saling menyapa.
Hingga bertahun-tahun kemudian, pada 9 September 2021, sebuah notifikasi sederhana di Instagram mempertemukan kami kembali. “Followed you”—dua kata yang pelan-pelan membuka jalan menuju kisah ini. Saat itu kami sama-sama merantau jauh dari rumah, meninggalkan Yogyakarta menuju hiruk-pikuk Jakarta—dan tanpa disangka, justru saat jauh dari rumah itulah kami dipertemukan kembali.
Pada 30 Juli 2022, percakapan pertama kami dimulai. Obrolan ringan yang terasa alami, lalu perlahan tumbuh menjadi koneksi yang dalam—seperti menemukan teman yang selama ini tersembunyi di keramaian masa lalu.
Kami bertemu untuk pertama kalinya pada 27 Agustus 2022. Meski baru saling mengenal, rasanya seperti pulang—hangat, tenang, dan penuh harap. Hari itu menjadi awal dari kisah cinta yang sebenarnya.
Tak lama setelah itu, pada 5 September 2022, kami memulai perjalanan sebagai sepasang kekasih. Hari-hari pun berjalan dengan dengan tawa, tangis, dan cinta yang tumbuh semakin dalam.
Pada 13 April 2024, ia melamarku. Sebuah momen sederhana, namun penuh arti. Dengan sepenuh hati, kami mengikat janji untuk melangkah lebih jauh.
Dan kini, kami menantikan hari yang telah lama kami impikan. Pada 13 Juni 2025, kami akan mengikat janji suci sebagai suami dan istri.
Karena terkadang, kisah terindah dimulai bukan dari pertemuan yang megah, melainkan dari dua hati yang akhirnya saling menemukan—meski pernah hanya sebatas berbagi ruang yang sama.


















