Oktober 2021
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah tersusun rapi oleh yang maha kuasa kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, hari itu merupakan yang tak akan pernah terlupakan. Bukan karena langit Jogja sedang cantik-cantiknya, atau aroma kopi yang menyeruak dari kafe kecil di sudut kota itu, tapi karena di sanalah semuanya bermula.
Pertemuan itu tampak biasa, tapi menyimpan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Percakapan pertama mengalir seperti air, tak ada jeda canggung, tak ada topik yang terasa basi. Sejak hari itu, obrolan pun berlanjut ke WhatsApp dari "sudah makan belum?" hingga "besok nongkrong di mana?". Jogja jadi saksi bagaimana dua hati mulai mendekat, pelan-pelan tapi pasti. Namun kisah ini tak semudah yang dibayangkan. Di balik tawa-tawa yang dibagikan di setiap pertemuan, ada rasa bersalah yang menggantung. Saat itu, masih terikat pada kisah lama yang belum selesai. Masing-masing masih punya 'rumah' yang belum benar-benar ditinggalkan. Maka, hubungan pun melaju tanpa label, tanpa kejelasan, namun dengan rasa yang semakin tumbuh setiap harinya.
Hingga tiba perpisahan seharusnya menjadi akhir. Tapi, tidak kali ini. Ada sesuatu yang tidak bisa diputus begitu saja entah itu kenyamanan, entah itu cinta. Maka, kami memilih jalan yang tidak mudah saling memiliki dalam jarak.
Agustus 2022
pertemuan kembali, cinta membawa kami kembali ke Jogja—kota yang menjadi saksi awal mula segalanya. Tujuannya jelas menyelesaikan perkuliahan. Tapi nyatanya, yang kami dapatkan bukan hanya gelar, melainkan juga perjuangan bersama. Di antara tumpukan tugas, malam-malam panjang, tawa, tangis, bahkan diam yang saling menemani kami belajar menjadi tim, menjadi sahabat, menjadi rumah satu sama lain.
Juli 2023
Namun, kehidupan kembali menuntut perpisahan. Jogja yang penuh kenangan harus ditinggalkan. Kami pulang ke rumah masing-masing Jakarta dan Belitung, kembali menjalin LDR yang tak pernah benar-benar mudah. Ada rindu yang tak tersampaikan, kesalahpahaman, dan jarak yang kerap menguji keyakinan. Tapi cinta lebih besar dari semua itu.
Juli 2024
Hingga suatu hari, dengan tekad dan cinta yang semakin kuat, Aku memutuskan untuk terbang ke Belitung. Bertemu, menyentuh rumah tempat ia tumbuh, dan menatap mata orang tuanya. Di sanalah, Aku menyatakan komitmen. Bahwa ini bukan sekadar kisah cinta biasa. Ini tentang dua orang yang telah memilih untuk saling memperjuangkan hingga akhir. Dan akhirnya, kami sepakat untuk menutup bab perjalanan panjang ini dengan sebuah awal yang baru. Tanggal 06 Juli 2025, bukan lagi sekadar hari dalam kalender—melainkan hari di mana dua hati mengikat janji, untuk sehidup semati.
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:
Konfirmasi Kehadiran
& Ucapan Selamat