Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan hamba-Nya hidup berpasang-pasangan dan Shalawat serta Salam tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. yang telah membimbing dan menganjurkan umatnya untuk menikah.
Dengan mengharapkan ridha, rahmat, dan berkah dari Allah, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/ Saudara/i dalam acara akad dan walimah pernikahan yang in syaa Allah kami selenggarakan.
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
1.Menghadiri Undangan Walimah dengan Niat untuk Menggapai Ridha Allah dan Mengamalkan Sunnah Nabi serta Memuliakan Saudara sesama Muslim (Shahih Muslim No. 2579 dan No. 1429 pada Syarh Shahih Muslim)
2. Memperhatikan Waktu Shalat dan Tidak Meninggalkan Shalat Wajib (Shahih Muslim No. 117 dan No. 82 pada Syarh Shahih Muslim)
3. Menggunakan Pakaian yang Sopan dan yang Menutup Aurat bagi Muslim dan Muslimah (QS. Al Ahzab Ayat 59).
4. Tidak Berjabat Tangan dengan Orang yang Non Mahram (HR. Thabrani dalam Al Mu'jam Al Kabir No. 486 dan 487)
5. Mendoakan Keberkahan dan Kebaikan Pengantin (Sunan Tirmidzi No. 1011 dan No. 1091 pada Maktabatu Al Ma'arif Riyadh)
6. Menjaga Adab Makan dan Minum seperti Mengucap Basmalah, Menggunakan Tangan Kanan, Duduk, dan Tidak Berlebihan. (Shahih Bukhari No. 4957 dan QS. Al Araf Ayat 31)
7. Menjaga Kebersihan Tempat Walimah. (Sunan Tirmidzi No. 2723 dan No. 2799 pada Maktabatu Al Ma'arif Riyadh)
8. Hendaklah Membicarakan Hal-hal yang Baik dan Tidak Membicarakan Hal-hal yang Buruk (Ghibah). (QS. Al Hujurat Ayat 12 serta Sunan Tirmidzi No. 1857 dan No. 1934 pada Maktabatu Al Ma'arif Riyadh)
9. Tidak Mengambil Foto/ Video tanpa Izin serta Tidak Menyebarkannya yang Kurang Pantas Dilihat Banyak Orang. (Ibnu Taimiyah pada Majmu’ah Al Fatawa, 28: 272)
10. Tidak Membawa Orang Lain yang Tidak Diundang, Kecuali Diizinkan oleh Pengundang. (Shahih Bukhari No. 5040)