





Di akhir ini aku kembali mengenang perjalanan awal cinta kami. Ditemani wangi teh dan riuh bincang nenek dengan beberapa saudaraku. Aku habis habisan ditanya mengenai kesiapanku.
“Puji, harus siap ya, harus tegas.”
“Ceritain dong, kenapa Puji bisa milih Rina?”
Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan dari keluarga.
Bagiku Rina bukan sekedar pasangan, menurutku dia benar-benar menuntun karierku, dia banyak membantuku seperti sahabat atau bahkan lebih dari itu. Yang terpenting dia tidak malu punya pasangan seperti aku. Rina adalah vitamin dalam hidupku. Walaupun dia gampang ngambek, aah tapi aku sangat menyukainya.
Hubungan tanpa jadian selama 3 tahun ini, akhirnya berujung manis. Kata-kata iseng “kamu mau gak nikah sama aku?” Yang aku ucapkan waktu itu terbukti sekarang.
Ya, aku sudah mengucapkannya berselang beberapa bulan semenjak kami mengatakan saling mencintai dan saling peduli satu sama lain. Saat ini, kami akan memulai perjalanan baru. Perjalanan yang lebih panjang dan lebih berliku pastinya
“Aku yakin, kita bisa melewatinya.” Dalam hati, aku
meyakinkan diri.
Aku ingin kisah kami seperti filosofi bunga baby breath yang melambangkan cinta abadi.
Aku akan memulai perjalanan baru dan mengundang teman temanku dan seluruh keluarga besar untuk menjadi saksi perjalananku dengan Rina selanjutnya.
Kami berdua benar-benar tidak sabar untuk memulai chapter baru dalam hidup kami. Dan kami berharap mereka bisa menjadi saksi perjalanan baru kami.














