mempelai





Berawal dari sebuah ibadah TH IKAPEL, 26 Februari 2023. Tanpa rencana, tanpa ekspektasi, bahkan tanpa saling mengenal. Hanya datang sebagai udangan dari rekan sepelayanan. Lalu, Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang lembut dan ajaib. Dimana, setiap peserta diminta mengambil potongan kertas berisi satu kata. Sebuah momen sederhana, namun Tuhan menjadikannya istimewa. Kata yang kami terima: “Jari” dan “Manis.”
Dua kata kecil yang ternyata menjadi awal dari sesuatu yang besar. Tak ada yang menyangka, dari satu pertemuan tanpa sengaja, Tuhan mulai menulis kisah kami. Perlahan, tapi pasti. Tenang, namun bermakna. Sebuah perkenalan yang tidak direncanakan, Namun begitu berharga. Sebuah awal yang kecil, Namun kini menjadi bagian besar dari hidup kami.
Seiring waktu, kami mulai saling mengenal lebih dalam bukan lagi sekadar teman, tetapi pribadi yang saling melengkapi. Tepat pada 26 Mei 2023, hati itu terbuka. Bukan sekadar mengajak menjalin hubungan, tapi terlebih dahulu mengajak bersama-sama mencari kehendak Tuhan lewat doa. Kami sepakat untuk berjalan bersama dalam penyertaan-Nya. Perjalanan ini tidak selalu mudah ada proses, pembentukan, dan pelajaran yang menguatkan. Namun, seiring waktu, hati semakin teguh, dan cinta pun tumbuh semakin dalam.
Segalanya berawal dari niat baik dan restu keluarga. Awalnya, kami merencanakan pertemuan keluarga hanya melalui sambungan telepon. Namun, keluarga ingin bertemu langsung dan kami percaya, keinginan itu bukan kebetulan, melainkan salah satu keunikan cara Tuhan bekerja. 29 Maret 2025, terjadilah pertemuan keluarga di Tanjung Beringin. Suasana hangat terasa sejak awal. Kedua keluarga saling menerima dengan tulus, dan pertemuan itu menjadi momen penting di mana keseriusan hubungan kami dibicarakan dengan penuh sukacita dan harapan. Dari situlah, langkah kami semakin mantap menatap pernikahan, bersama dalam penyertaaan dan keajaiban Tuhan.
Di tengah riuhnya kesibukan, perjalanan persiapan pernikahan kami dipenuhi dengan kehangatan dan kisah yang bermakna. Bukan sekadar menyiapkan fisik dan acara, tetapi juga sebuah proses belajar untuk saling memahami, menguatkan, dan menumbuhkan harapan bersama. Dengan rasa syukur, kami percaya bahwa semua ini terwujud hanya karena pertolongan dan kasih setia Tuhan.
